Tentang Syukur


Pernah ga sih, buka laptop di dalem mobil, meski sambil pusing karena itu mobil terguncang-guncang jalan berbatu demi nyelesein kerjaan? Trus lagi di tengah KJA (keramba jaring apung) di tengah laut pula, ditelpon supaya kirim email kerjaan, hingga akhirnya nepi ke pantai yang sepoi-sepoi (plus puanass luar biyasah)dan bukannya mantai melainkan sibuk nyari sinyal demi kirim ntu email plus lampiran yang mengharuskanmu buka laptop. Pernah ga sih lembur ampe pagi di kantor, trus besoknya bawa berkas seabrek buat pembahasan di kementrian keuangan?
Ffiuuh. Itulah kenapa kami, kemana-mana ga bisa lepas dari laptop. Mau dines kemanapun itu barang harus digendong kemana-mana. Meski seabrek file sudah dimasukin ke google drive, yang namanya perubahan file itu bisa ampe berpuluh-puluh kali, plus terkadang kita butuh aplikasi yang tidak bisa dibuka via ponsel atau tab.
Cukup.
Kadang yang namanya mengeluh sudah tak terkira, namun kalau melihat bagaimana banyak profesi lain yang jaaauh lebih menuntut pengorbanan, membuat apa yang sudah kita lalui itu bukan apa-apa. Contoh aja dokter yang berjaga di UGD siang malam, TNI para penjaga perbatasan yang minim fasilitas (air tawar aja susyeh), teman sesama pns yang terombang-ambing berhari-hari di laut demi monitoring lumba-lumba atau paus lewat (asli ini ada beneran, jangan ketawa), atau para perawat di RS yang gak kenal tanggal merah de el el.


Yah, manusia memang tempatnya lupa, penuh keluh dan tak tahu bersyukur. Seringkali merasa paling tertindas, paling capek, ga punya waktu ngurusin diri sendiri, hingga akhirnya kerjaan dijadikan alasan, dijadikan kambing hitam. Lupa melihat kebawah atau bahkan ke sekeliling. Lupa bahwa ribuan atau bahkan jutaan orang lainnya jaauh lebih lelah, jauh lebih berpeluh untuk menghasilkan uang sepersepuluh dari yang kita hasilkan dari pekerjaan kita. 
Dan semua itu menurut saya adalah pilihan, dan mau dilihat dari sisi mana juga sangat relatif. Kerja di hari libur atau lembur sampai tengah malam tak akan pernah bisa dibandingkan dengan berpisah dengan keluarga sampai berbulan-bulan lamanya. Bersyukurlah masih bisa nonton saat weekendatau bertemu keluarga setiap hari meski cuma sejenak. Ada banyak hal yang masih bisa disyukuri, selain mengeluh merasa terdholimi. 

Selamat Hari Jum’at. Alhamdulillah.

No comments:

Post a Comment