In books

RESENSI: Catatan Ayah ASI

Judul buku  : Catatan Ayah ASI
Penulis     : @ID_AyahAsi
(Pandu Gunawan, Dipa Andika, Shafiq Pontoh, A.Rahmat Hidayat, Aditia Sudarto, Syarie Hidayatullah, Ernest Prakasa, Sogi Indra Dhuaja)
Penerbit    : Buah Hati
Cetakan     : Pertama, Juli 2012
ISBN        : 978 602 8663 92 2
Tebal       : 188 halaman
Harga       : Rp.50.000,-


Emang Ayah punya asi juga?? harusnya asa dunk? hehe:)
sebenernya belum tamat baca buku ini. tapi bukan berarti ga interest, udah baca tapi lompat2 gitu. Dapet ni buku dari si adit_uti, ga tau tu anak, ga da ujan ga da angin tiba2 ngasih ni buku. Alhamdulillah...
ditulis oleh para ayah yang berpengalaman di bidang perASI-an, mereka awalnya ayah-ayah baru yang masih kaget, penasaran, dan excited dengan yang namaya ASI. dan ternyata ini bukan urusan para ibu aja loh. sempet malu juga, secara saya yg 'perempuan' malah belum tahu banyak tentang ASI. Manfaat dan pentingya, bagaimana mengelolanya dll.
Bagaimana ternyata yang namanya SUFOR alias susu formula itu kalah jauh kualitasnya dari ASI, trus ternyata sebagian besar RSIA masih belum pro-ASI,, sekali bayi lahir, eh langsung di kasi sufor, bukan ASI... orang utan aja nyusuin anaknya, masa anak manusia disusuin sapi, ya ga??
recommended banget nih buku...
selengkapnya baca di

http://www.intipbuku.blogspot.com/


Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Lucu-lucuan

Tampan vs Tidak


Kalo PRIA TAMPAN pendiam
cewek-cewek bilang : woow.... cool banget...
kalo LELAKI JELEK pendiam
cewek-cewek bilang : ih kuper...


kalo PRIA TAMPAN jomblo
cewek-cewek bilang : pasti dia perfeksionis
kalo LELAKI JELEK jomblo
cewek-cewek bilang : sudah jelas...kagak laku...


kalo PRIA TAMPAN berbuat jahat
cewek-cewek bilang : nobody's perfect
kalo LELAKI JELEK berbuat jahat

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In me

Salahkah Jika Perempuan takut menikah?


Salahkah jikaperempuan takut menikah?
Pertanyaan ini muncul baru-baru saja di benak saya. Entah. Setelah ditelusuri, saya mencoba mengingat kembali perkembangan pemikiran (cie...) saya tentang hal ini. Hal apa? Pernikahan tentu saja.
Saya tumbuh dengan normal di lingkungan keluarga yang baik-baik saja. Secara umum tanpa perselisihan besar atau bahkan masalah perceraian (naudzubilah). Dalam waktu singkat saya mengenal konsep pernikahan yang 'benar' melalui sebuah lingkaran kecil dan lingkunganyang begitu kondusif., tak terlewatkan juga masa-masa ketika pipi yang merah dan panas jika pembicaraan tentang tema ini semakin seru. Dan saya nilai ini wajar karena saya perempuan normal. Akhirnya terbentuk pemikiran yang begitu ringan (bukan menggampangkan)tentang konsep menikah. Di pikiran saya waktu itu menikah itu suatu bagian atau fase dari kehidupan yang menentukan. Dan saya yakin cukup dengan niat dan tujuan yang benar akan melampui fase itu dengan baik. Hal lain akan kita pelajari sejalan dengan waktu.
Saya memahami konsep pernikahan dengan begitu sederhana. Maksudnya?

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In me

Kehilangan Itu Menyakitkan, kawan!


Dalam fatwa Ibnu Taymiyah dikatakan; Tidak ada baiknya orang yang tidak suka harta.
‘Laa khaira fii man laa yuhibbul maala, ya’budu bihi rabbahu wa yuaddi bihii amaanatahuu wa yashuunu bihi nafsahu ‘anil khalqi wa yastaghni bihi’.
Tidak ada kebaikan pada diri orang yang tidak suka kepada harta, yang dengannya ia menyembah Tuhannya, menjalankan amanahnya, menjaga kehormatan dirinya dari (meminta-minta) kepada orang lain dan mencukupkan untuk (kebutuhan) dirinya.
Yang dilarang Al Quran adalah hubban Jamman. Cinta yang sangat berlebih-lebihan kepada harta. Itu yang tidak boleh. Tapi, kata Ibnu Taymiyah, tidak ada kebaikan orang yang tidak suka  harta, yang dengan itu beribadah kepada Rabbnya, menunaikan tugas amanahnya, memelihara dirinya dan menjaga dirinya dari ketergantungan kepada orang lain (Fatwa Ibnu Taymiyah Juz 7).


Paragraf di atas kukutip dari buku ‘Menghilangkan Trauma Persepsi’ yang ditulis Ust. Hilmi Aminuddin. Ketika mulai tidak konsentrasi terhadap apa yang kubaca dan bertanya pada diri sendiri: Apakah  aku sedang mencari pembenaran diri atas apa yang terjadi belakangan ini? Tidak. Apakah aku sedang mencari penghiburan diri? Mungkin. Apa aku sedang mencoba mengikis rasa kehilangan? Emm...ya. Dan, apakah lantas itu semua membuat aku kehilangan harapan? Tentu saja tidak.

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Inspirasi

Inspiration DAY


Hari ini begitu banyak hikmah, nasihat dan peringatan untukku…salah satunya?
Aku dapat inspirasi lagi untuk judul penelitian. Hurayyyy!!!
Tadi pagi kuliah teori organisasi . Nggak tahu kenapa ga pernah ngantuk kalo kuliah yang satu ini. Hehe…Salah satu topik presentasi yang dikupas adalah tentang PARADIGMA dilihat dari segi sosiologis. Bapaknya selalu berkata bahwa kita, di Indonesia, secara sistem baik pendidikan, pemerintahan, ekonomi, dll selalu berada dalam kuadran FUNGSIONALIS, dan yang namanya fungsionalis aku tangkap sebagai “Amerika bangetttt”. Kalo dilihat

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Lucu-lucuan

Garing yang Garing....^^


Copas dari temen,, cekidot

Abi. : "mi,, jangan terlalu lama duduk di kursi itu,,pindah sini dekat abi aja."
Umi : "loh kenapa bi?"
Abi: "takut dikerubung semut,, soalnya umi manis." (ajiiB) :D
Abi : "mi,, orangtua umi dulu pengrajin bantal ya?"
Umi : "hah?! Bukan, kan abi tahu pensiunan PNS, kenapa bi? "
Abi : "kok kalo deket umi rasanya nyamaaan."
:D
Abi : "umi itu seperti sendok."
Umi : "kenapa?"

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Inspirasi Korea

Sungai Cheonggyecheon, Jalan Layang yang Berubah Jadi Sungai (copas dr KASKUS)



Kalau anda mampir ke kota Seoul, sempatkanlah waktu untuk menelusuri bantaran sungai Cheonggyecheon. Ini adalah aliran sungai kecil (water stream) kebanggaan masyarakat Seoul, yang mengalir sepanjang 10 km, dari barat ke timur, dan membelah kota Seoul. Sulit melafalkan Cheonggyecheon dengan benar, tapi Gaecheon dalam bahasa Korea artinya sungai yang terbuka.

Di sungai terbuka itu, saya merasakan aura sejarah yang panjang dari kecipak airnya. Aliran sungai Cheonggyecheon itu membawa banyak kisah, dari masa Dinasti Joseon, masa kolonial Jepang, kala perang Korea, hingga kurun industrialisasi Korea Selatan. Air di sungai Cheonggyecheon menjadi saksi perjalanan panjang tersebut. Menelusuri sungai itu, bukan sekedar menelusuri aliran air, namun juga menelusuri sejarah dan denyut kehidupan masyarakat Korea.

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

Instagram Shots

Instagram

Flickr Images

Popular Posts