In motivasi thought

Tahun yang Melegakan

Apa yang pertama kali kamu kerjakan di Tahun 2020 ini? Resolusi? Bebenah karena banjir? Atau sekedar rebahan santuy?
pict source : houseloanblog.net

Kalau saya, beresin hutang. Iya, saya punya hutang 100 juta ke bank. Seharusnya dicicil sampai tahun 2026. Tapi selama beberapa tahun yang lalu, hidup saya berasa berat. Gak tenang. Awalnya saya ambil KTA tersebut karena bapak minta saya beli tanah di kampung. Ternyata gak jadi. Bapak jual sawah buat dibelikan lagi tanah kebon itu. Akhirnya saya invest ke emas, beli ke Gold Gram secara online karena biar bisa dipantau. Namanya hidup, cobaan ada aja. Beberapa kali saya ambil invest ini, yang butuh ini itu, sampai Saudara pinjem uang. Saya merasa Allah gak ridha karena hutang ini. 


Setelah tiga tahun, saya putuskan saya lunasi aja hutang ini. Hubungi pihak bank, ternyata dihitung tidak sebanyak yang saya bayangkan. Karena baca beberapa blog untung rugi nya pelunasan pinjaman dipercepat, bunga tetap diperhitungkan trus ditambah pinalti. Ternyata tidak seperti itu, masih jauh lebih untung dipercepat sekarang dibandingkan menunggu jatuh tempo 2024. Sisa kredit ditambah administrasi dan penalti kurang lebih 5 jutaan, saya bisa saving 63 jutaan. Alhamdulillah. I’m free!!!

Dan ngomongin masalah keuangan, saya ingat dulu pas belajar ekonomi syariah di kampus, motivasi tentang keuangan syariah ini. Motif rasional dan emosional konsumen ekonomi syariah. Rasional ketika melihat ekonomi syariah yang secara logis menguntungkan, dan emosional karena perintah agama untuk menghindari riba.

Secara rasional, time value of money itu benar adanya. Inflasi, ketidakpastian masa depan, opportunity cost dan sebagainya (sory buat yang bukan anak ekonomi, hehe) membenarkan adanya bunga pinjaman. Jadi otak kiri saya memutuskan mengambil pinjaman tersebut. Olala.

Tapi, percaya atau tidak, rasa nyaman dan ketenangan hati itu hilang. Saya gelisah. Jujur, otak kanan dan kiri saya berantem. Masih muncul godaan untuk pake uang tersebut untuk DP rumah lah, beli tanah lagi lah, investasi reksadana, dsb.

Sungguh, saya sedang tidak ngeledek yang masih punya utang atau pinjaman di Bank. Karena ini benar-benar pilihan pribadi masing-masing. Dan saya masih percaya negatifnya riba. Dan riba itu haram. Titik. Islam dan Al Quran jelas menyatakan hal tersebut.

Stop Creating Your Debt. Itu sih prinsipnya. Beli atau konsumsi sesuai kemampuanmu. Karena percayalah, utang itu nagih. Pernah pakai Paylaternya traveloka? Gampang banget kan? Berasa punya saldo 12 juta, klak klik pesen tiket atau liburan, cepet, gak perlu lama lama transfer langsung kebayar. Padahal bulan depan berasa banget ngelunasinnya. 

Yah, modern life is easy but though. Gaya hidup, sosial media, online shopping dan godaan lainnya menarik kita untuk berhutang dengan mudah. Jadi, please, sebelum terjerat terlalu jauh, hentikan dari sekarang, guys.

Cara Mudah Bebas Hutang Versi Saya :
1.     Stop Creating Your Debt
Rinci segala jenis utangmu, dan please, jangan nambah utang lagi sebelum utang sekarang belum beres. Ada konsep bola salju dalam pelunasan utang ini (Debt Snowball method), yakni mulai dari utang yang terkecil terlebih dahulu. Jika lunas jangan lupa ceklist yaa. Karena ini menyenangkan, melihat satu persatu utang lunas itu seneng banget.

pict source : daveramsey.com


2.     Increase your monthly payment
Yang belum mampu melunasi secara sekaligus, bisa tetap bayar cicilan per bulan, Cuma lama cicilan bisa dipersingkat dengan menambah jumlah cicilan. Misal biasanya kalian punya anggaran 2 juta/bulan buat bayar utang, nah tambah lah jadi 2,5 juta/bulan. Dan ini butuh komitmen kuat. Stop online shopping, stop nongkrong cantik, kalau perlu stop medsos yang penuh godaan.

3.     Build an emergency fund
Setelah seluruh utangmu lunas, segera tata keuanganmu yaa. Pertama buat tabungan Dana Darurat. Kalau saya itungan dana darurat adalah minimal enam kali pengeluaranmu sebulan. Misal pengeluaran kalian dalam sebulan 3 juta, jadi jumlah minimal dana daruratnya 3 juta x 6 = 18 juta. Mungkin kalau yang sudah berkeluarga bisa lebih besar lagi, delapan atau dua belas kalinya. Dana darurat ini mulai dicicil aja per bulan, misal dari 5 persen gajimu masukkan ke rekening terpisah. Dan amankan, jangan dikutak katik, kan namanya darurat, dipake kalo darurat aja. Misal, sakit, rumah/kendaraan rusak, keperluan mendadak, dll.

4.     Minimalism life style
Hiduplah sesuai kemampuan, bukan keinginan. Prinsip minimalism adalah kebutuhan kita sebenarnya tak sebanyak keinginan. Kurangi jajan, ngopi kekinian, baju udah banyak, gak usah nambah lagi, tas masih banyak yang ga kepake, sumbangin aja, atau preloved sale kan lumayan nambah pemasukan. Hidup sehat, kurangi makan di luar dengan masak sendiri di rumah,dsb.

pict source : abundantly minimal.youtube


5.     Plan your goal life
Tentukan keinginanmu 10 atau 20 tahun mendatang. Dana pensiun? Travelling tiap tahun? Beli rumah? Beli mobil? Punya apartemen? Naik haji? Nikah? Pendidikan anak, dsb.
Dengan keinginan yang jelas, keuanganmu lebih terarah. Berapa dana yang harus kamu simpan tiap bulan untuk mencapai goal mu? Apakah perlu investasi? Tahun berapa akan dicapai? Dan lain sebagainya. 
Sehingga untuk mengatur keuangan pribadi tentu berbeda-beda. Tergantung berapa banyak penghasilan dan apa tujuan masing-masing.

6.     Be happy
Jangan lupa bahagia. Bebas utang itu perlu kesadaran penuh. Jika kamu fine-fine saja dengan utangmu ya silahkan. Tapi jika kamu merasa lelah seperti saya, berjuanglah temans. Dan perjuangan tidak mengkhianati hasil. Sesekali beri reward sebagai wujud self-love mu enggak dosa kok. Misal makan enak, liburan, atau sekedar nonton film. Asal ingat keep on track yaa. Time line jelas dan juga komit.

-
Semangaaat!

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

Instagram Shots

Instagram

Flickr Images

Popular Posts