Chapter 39!

Chapter 39" Sticker for Sale by MariesDesigns11 | Redbubble

Teringat sebuah drama korea dengan judul yang sama, THIRTY-NINE (2022) yang mengisahkan tiga orang sahabat Perempuan yang saling menopang dengan segala permasalahan hidup, keluarga, dan juga cinta menjelang usia 40 tahun. Tiga tahun yang lalu saya menonton sambil menerka-nerka atau membayangkan bagaimana saya di posisi seperti mereka, Perempuan 39 tahun, single, bekerja, berusaha kuat namun juga rentan.

Ini Dia Trailer Perdana Drama Korea Thirty-Nine | iniKpop

Ffiiuuh, dan saat ini saya ada di titik itu. Rasanya? Gamang. 

Kadang pengen nangis, kadang optimis, kadang pengen resign, kadang pengen pergi aja jauh-jauh. Mencoba berhenti overthinking akan masa depan. Tapi tetep aja ga bisa. 

Di titik ini saya akan mencoba keluar dari kenyamanan dengan memulai sesuatu yang baru, lingkungan baru, tempat baru. Kadang saking nyamannya kita lupa melihat sekeliling, yang ternyata sudah berubah, berputar, bergerak, tumbuh sedangkan kita? Stuck!

 

Perubahan lingkungan mungkin akan membuat diri kita juga berubah. Dan semoga bertumbuh dengan jauh lebih baik. Hampir 12 tahun berada di tempat dan lingkungan yang sama, sepertinya memang sudah saatnya berpindah. Apa pun alasannya, saya berharap perubahan ini mendekatkan kebaikan bagi diri ini ya Allah.

Saya tidak sempurna, dan tidak mengharapkan kesempurnaan dari orang lain, tapi saya berusaha sekuat tenaga untuk menjaga perilaku, perkataan bahkan pikiran saya sebaik-baiknya. 

Jadi apakah salah jika saya mengharap orang lain berperilaku yang sama?

Akhir-akhir ini saya kecewa, sangat. Sedih benci marah jadi satu. Merasa dikhianati oleh orang yang saya jadikan contoh baik. Sakit bener-bener sakit.

Saking sakitnya saya ga bisa bercerita pada siapapun. Terlalu menyedihkan. 

Mual saya.

Saya ga tau sampai kapan saya bisa menahan diri untuk menyimpan hal ini. Setahun, dua tahun, atau bahkan selamanya.

 

Bagaimanapun, seusia saya, mau tidak mau, suka atau tidak suka, dan disadari atau tidak, kita akan dipaksa untuk memikirkan sudah jadi apa kita? Bisa apa? Punya apa saja? Dan mau berakhir bagaimana dan dimana? Sama siapa?

Hidup kita lalui ternyata terlalu panjang, bukan seperti drama tau series yang selesai dalam 16 atau 12 episode kan?

Tapi saat ini saya sudah lelah meromantisasi hidup yang ternyata tak semudah drama. Happy ending? Belum tentu, tapi kenapa tokoh utama yang menderita tetep aja bisa ketemu banyak keberuntungan dan orang baik yang tiba-tiba muncul.

Dalam hati, seringkali saya bertanya kapan giliran penolong saya muncul ya Allah.

Ada di Episode berapa yaaa? Saya udah masuk tahun ke 39 ini loh ya Allah, Chapter 39! Kalo di buku biasanya udah lewat puncak ceritanya. Udah kelihatan alur konfliknya, mana penyelesaiannya, mana jalan keluarnya.

Setiap sholat, saya berdoa agar Allah mengangkat segala kegelisahan, kekhawatiran, keraguan. Berupaya baik-baik saja, tarik nafas dengan tenang, tapi saya juga benci selalu menahan diri. Capek.

Ampuni ya Allah jika saya sedikit sekali bersyukur. Saya selalu berusaha tidak pernah merepotkan orang lain, gak pernah mengeluh, gak salah kan kalo saya juga mengharapkan orang lain juga bisa tahu diri dan bersikap yang sama.

Maafkan tulisan yang kacau ini. Karena pikiran dan batin saya pun masih kacau.

Engga tau mau kemana.

No comments:

Post a Comment